Kenali Masa Transisi Menuju Menopause - Sumber Informasi | Kumpulan sumber informasi
Headlines News :
Home » » Kenali Masa Transisi Menuju Menopause

Kenali Masa Transisi Menuju Menopause

Kenali Masa Transisi Menuju Menopause (Sumber Informasi)
Perimenopause adalah masa transisi, diawali ketika produksi estrogen di indung telur mulai berkurang sampai sekitar satu tahun setelah terjadi mati haid (menopause). Sekitar 1-2 tahun terakhir sebeluk menopause, akan terjadi percepatan penurunan estrogen. Sayangnya, muncul pula gejala yang mengganggu.
 
Berawalnya masa transisi ini berbeda antara satu dan lain orang. Kebanyakan di usia 40-an, tetapi ada juga yang mengalaminya di usia 30-an tahun.
Lamanya perimenopause juga bisa hanya beberapa bulan hingga 10 tahun, tetapi menurut data WebMD rata-rata 4 tahun.
 
Jadi Tidak Teratur
Di masa perimenopause, dikatakan ahli kebidanan dan kandungan dari FKUI-RSCM, Dr.Andon Hestiantoro, Sp.OG, menstruasi bisa menjadi tidak teratur. Dibandingkan biasanya, haid bisa lebih lama, lebih singkat, lebih banyak, atau lebih sedikit. Siklus bisa lebih cepat dari 28 hari atau jauh lebih lama.
Berbagai gejala seperti hot flashes dan banyak berkeringat bisa muncul. Bila gejala dirasa sangat mengganggu, sebaiknya dikonsultasikan ke dokter.
 
 
Gejala Perimenopause Yang Mungkin Terjadi:
 
1. Menstruasi Tidak Teratur
Perimenopause awal ditandai oleh perubahan siklus menstruasi yang bisa lebih lama dari tujuh hari. Sementara ciri perimenopause akhir bisa berupa menstruasi kadang tidak datang dan jaran di antara bisa 60 hari atau lebih.
 
2. Hot Flashes
Sebagian besar perempuan mengalami hot flashes di masa perimenopause akhir. Meski demikian, durasi, frekuensi, dan intensitasnya berlainan.
 
3. Berkeringat dan Gangguan Tidur
Keringat keluar berlebihan, terutama di malam hari, ditambah hot flashes, membuat perempuan sulit tidur.

4. Kepadatan tulang Menurun
Merosotnya kadar estrogen menyebabkan masa tulang pun lebih cepat menurun dan bertambah besarlah resiko terkena keropos tulang (osteoporosis).
 
5. Masalah Vagina
Ketika kadar estrogen menurun, jaringan vagina akan kehilangan pelumas dan elastisitasnya. Aktivitas seksual jadi terasa nyeri.
Infeksi vagina atau saluran kencing juga bisa lebih mengancam. Inkontinensi urin (ngompol) juga bisa terjadi, misalnya ketika tertawa atau batuk-batuk.
 
6. Perubahan Fungsi Seksual
Gairah atau hasrat seksual bisa berubah. Namun, banyak perempuan yang sebelumnya memiliki kehidupan seksual yang memuaskan, akan tetap berlanjut di masa perimenopause.
 
7. Kesuburan Menurun
Kemampuan untuk hamil menurun, tetapi tetap ada kemungkinan hamil selama menstruasi masih datang. Jika ingin mencegah kehamilan, gunakan alat kontrasepsi sampai haid benar-benar berhenti selama 12 tahun.
 
8. Perubahan Mood
Beberapa perempuan menjadi sensitif, gampang tersinggung, cemas. Mood berubah-ubah, resiko depresi pun meningkat. Gangguan tidur juga bisa memicu perubahan mood ini.
 
9. Perubahan Kulit
Kulit jadi lebih kering, tipis, dan kurang elastis.
 
10. Gangguan Kolesterol
Menurunnya estrogen akan membawa dampak pada naiknya kolesterol jahat LDL dan turunnya kolesterol baik HD sehingga resiko terkena penyakit jantung pun meningkat.
 
 
Artikel dari:
 
Penulis Artikel (Sumber Informasi)
Penulis : SAPTORINI
E-mail Penulis (Sumber Informasi)
E-mail  : (tidak di tampilkan)
Tanggal Pengiriman Artikel (Sumber Informasi)
Tanggal : 15 Desember 2012
   
Berbagi Artikel Ini :

Trending Topic

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sumber Informasi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger