Sumber Informasi - Ketika dihadapkan pada beberapa pilihan, seseorang
akan cenderung memilih hal yang dia sukai. Baru-baru ini sejumlah peneliti dari
Inggris pun menemukan bagaimana otak melakukan proses pemilihan keputusan atau
mengapa beberapa orang yakin pilihannya lebih baik ketimbang pilihan lainnya.
Secara khusus tim peneliti dari Wellcome Trust Centre for
Neuroimaging, University College London ini menunjuk beberapa bagian otak yang
berinteraksi untuk menghitung nilai beberapa pilihan yang ada di hadapan Anda
dan nilai keyakinan Anda terhadap pilihan itu sehingga memberi Anda kemampuan
untuk mengetahui apa yang Anda inginkan.
Dengan menggunakan functional magnetic resonance imaging
(fMRI), tim peneliti yang dipimpin oleh Ray Dolan ini mengukur aktivitas otak
dari 20 partisipan yang kelaparan sembari diminta memilih beberapa jenis
cemilan yang akan mereka makan nantinya.
Lalu untuk menentukan nilai subyektif pada pilihan
cemilannya, partisipan diminta mengindikasikan seberapa besar kemauan mereka
untuk membayar setiap jenis cemilan. Setelah memilih cemilan yang disuka,
partisipan diminta untuk melaporkan seberapa besar keyakinan mereka bahwa
keputusan yang mereka buat itu sudah tepat dalam memilih cemilan terbaik.
Dari situ peneliti mengetahui ada aktivasi otak, terutama di
suatu daerah di otak depan yang disebut ventromedial prefrontal cortex dan
berperan penting untuk memunculkan nilai pilihan yang menjadi keputusan
partisipan.
Namun ternyata selain itu peneliti juga mengungkap bahwa
tingkat aktivitas di bagian otak ini juga dikaitkan dengan tingkat kepercayaan
diri partisipan saat menentukan pilihan terbaiknya.
Tak hanya itu, studi ini juga menunjukkan bahwa interaksi
antara bagian otak ini dengan beberapa bagian otak di sekitarnya merefleksikan
kemampuan partisipan untuk menilai dan menunjukkan tingkat kepercayaan dirinya
terhadap berbagai keputusan yang mereka ambil.
"Kami menemukan bahwa kepercayaan diri seseorang itu
bervariasi untuk satu keputusan ke keputusan lainnya. Tapi disamping itu kami
juga mengetahui bahwa sinyal saraf penghitungan nilai keputusan sekaligus
sinyal saraf kepercayaan diri itu berada di satu bagian otak yang sama,"
terang salah satu peneliti, Dr Steve Fleming.
