Menurut penelitian terbaru, produk kedelai atau serat tidak mengurangu gejala menopause, salah satunya hot flashes. Penemuan tersebut menambah bukti tidak ada gunanyamakan banyak makanan berbahan dasar kedelai demi mengurangi gejala menospause.
"Hasil tersebut merupakan jalan buntu," kata Wiliam Wong, profesor di Baylor College of Medicine, Houston, Texas, yang meneliti efek protein kedelai terhadap gejala menospause.
Fitoestrogen, atau estrogen yang di dapat dari tumbuhan, ditemukan di dalam makanan biji-bijian, kacang-kacangan, dan kacang kedelai. Susunan kimia fiteostrogen serupa dengan estrogen manusia.
Terapi penggantian hormon, yang didasarkan pada estrogen dan hormon lainnya, efektif untuk mengurangi hot flashes dan gejala menopause, tetapi menimbulkan efek samping, misalnya penyakit jantung dan kanker. Karena itulah dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah fiteostrogen memiliki manfaat tersebut dan tidak menimbulkan efek samping.
Artikel dari:
Penulis : DIAN SAFITRI
E-mail : (tidak di tampilkan)
Tanggal : 5 Desember 2012



